Senin, 13 Juli 2020

New part of what is called as Life


There comes a moment..

I've been struggling a lot, since Jun 2019..

I've been changing into someone different, far from the word "me"..

I've been scared of being "together"..

I've enjoyed my time to the fullest..

I was craving of freedom, seeking of what has made me happy before I changed to someone else.

I hide the scars, masked it with smile, buried with intense schedule.

I hurt people. I run from my problem. I avoid things I should've faced.

I was too confusing to make decisions.

I made too many plans, too many "what-ifs" back up..

This post, will be dedicated to my life.

Not to regret what I've been doing for the last 1 year.

This post is made to thank myself, to finally realize..

that I've been pushing myself so hard to get back and stand still..

to be stronger and not blaming myself..

to be able to accept the scars, and know that it's really okay to feel hurt and to be healed..

and to accept that nobody's perfect..

Dear my new version of me,

Let's welcome ourselves to the new part of this life..

Where there will be lot of acceptance, a new way of understanding your life not only your self, 

a new milestone of becoming someone new yet it's still "you".

You've came near of an end to another openning...

I am so proud of you :)

In the middle of work, Jul, 14th 2020

Selasa, 03 September 2019

Riuh Gemuruh

Riuh diujung jalan,
Mereka ramai berkata,
Aku, aku, aku..
Yang tidak percaya takdir,
yang tidak percaya kebaikan,
yang tidak percaya kekuatan waktu.

Di malam pertama Bulan favoritku..

Ternyata satu nyawa ini, menyadari suatu hal..

yang selama ini, ramai orang katakan kepadanya..

Dirimu dulu, kamu dulu, bahagia dulu..

Riuh gemuruh..

Mereka riuh berkata, dedaunan yang telah tertuliskan namaku untuk dia, dan sebaliknya, akan segera datang.

Gemuruh panjang, hari hari di Bulan favoritku..

tidak lagi, terdengar riuhnya, karena aku tersebut menjerit dalam gemuruh.

Riuh diujung jalan,
sudah menjadi sepi,
Aku berjalan di Bulan favoritku,
Tanpa harap, tanpa cahaya.
Tanpa riuh gemuruh.
Hanya aku dengan riuh dalam jiwa,
dan gemuruh dalam dada.

3 September 2019,
Disebuah ujung yang tak berujung.
-Dea Andhini-

Rabu, 20 Maret 2019

Kopi di Bulan Maret

Kopi hitamku, Kopi Hitam Kita di bulan Maret..

Pahitnya kopi yang kuseduh hari ini,
ternyata membawa teduh hati yang terus berdegup.
Kepada rasa yang terbawa angin di ujung malam,
dengan kopi hitamku di bulan Maret.

Candu kopi hitamku,
seperti aku kepada kamu.
Kopi hitamku bulan Maret,
menjadi kopi hitam kita di bulan Maret.

Warna kopi hitam kita di bulan Maret,
bak kopi dingin berjam jam,
tidak pernah dirindukan pecintanya.

Kopi hitam kita,
bisakah menjadi manis,
walau pahit akan tetap tinggal,
dan candu mulai hilang?

Dea Andhini -
20 Maret 2019, dengan secangkir kopi hitam yang semakin menghitam



Jumat, 28 September 2018

Dear No One

Dear No One,

To whom I would like to share this post in the future,
To that one person, I call "dear husband".
From no one to my every breathe.


Dear suami,
Belum belum, waktu nulis ini, kita masih berjauhan.
Mungkin, bisa jadi kita belum saling mengenal,
Atau mungkin kamu itu dia? Atau,
Entah siapapun kamu yang memperistriku.

Kuharap, kamu menemukan tulisan ini, tanpa melaluiku
(kalo keponya pinter ya, haha)
(and if you feel that i am something to your world, I think, you'll find out this post faster lol)

Dear Suami,
Semoga kamu tidak menyesal menjadikan aku istrimu, nantinya.
Semoga kamu bahagia dengan menjadikan aku ibu dari anak anakmu.
Semoga kamu beruntung mengetahui aku mencintai keluargamu seperti aku mencintaimu.
Semoga kamu bangga mempercayakan seluruh urusan rumah dan anak anak kepadaku.
Dan, semoga, kamu selalu bisa membimbingku menjadi lebih dekat dengan Tuhan.

Dear Suami,
Diluar dari apa yang aku semogakan, tentu aku pun memiliki banyak kekurangan.
Untuk kamu, semoga kamu juga bisa menerima segala kekuranganku, hobiku yang berkeluhkesah kepadamu, mood hati yang selalu naik turun, segala kecerobohan dan keteledoran, perasaan cemburu yang membuncah dan lain lainnya.

Sayang,
Hidup denganmu adalah 3/4 kehidupan, jika Allah memberikan kita umur panjang.
Lebih lama dari hidupku bersama dengan ibuku, apalagi dengan bapakku.
Akan ada banyak hal, yang akan kita lalui, tidak semua akan indah, tentu saja.
Banyak sedihnya, banyak marahnya, banyak kecewanya, dan tentu banyak pula bahagianya :)
Tapi, semoga dengan tulisan ini,
Kamu,
Dan juga aku,
Masih bisa dan selalu ingat,
Sebuah alasan mengapa kita memulai ini semua.
Sebuah alasan mengapa kita memutuskan untuk bersama.
Sebuah alasan untuk menyatukan, dari satu menjadi dua. Dari kecil menjadi besar. Dari muda menjadi tua.
Dan,
Dari ego masing masing, melebur menjadi mengalah untuk bersama.

Suamiku sayang,
Disini jam 15.47, Hari Jumat, 28 September 2018.
Masih berapa tahun lagi kamu akan membaca posting ini? haha.
Aku sudah menantinya, untuk bangun dan menyambut pagi mu, menyiapkan sarapan, dan berbagi cerita denganmu.
tapi tidak, aku tidak mengharapkan secepat itu.
Saat ini, mungkin seperti ini lebih baik.
Ada beberapa hal yang masih harus aku kejar, sebelum aku menjadi seorang istri.

Sayang,
Siapapun kamu.
Semoga, saat kamu membaca posting ini,
Aku sudah menjadi orang yang tepat untuk mendampingimu.

Bebanmu berat, menanggung aku yang berat ini, haha..
Tapi percayalah, doaku akan menjadi berkah disetiap harimu.
Dan tentu, semua doaku, tidak harus kau minta, itu sudah ada di langit, terurai setiap harinya.

Sayang,
Semoga, kamu masih mencintaiku, dan semakin mencintaiku, setelah ini..
Semoga kita hidup bahagia :)



Jakarta,
Istrimu,

Dea Andhini

Kamis, 09 Agustus 2018

Dea's Journal Part 1

High School Story

Finally, setelah 3 posting tidak berfaedah lainnya, posting selanjutnya selain curhatan adalah posting mengenai perjalanan hidup (?) akan di mulai dari cerita awal masuk SMA sampai cerita saat ini yang baru hampir 2 tahun kerja di perusahaan yang ketiga (detail story jadi kutu loncat yang ga maksud jadi kutu loncat). Mulai dari kehidupan SMA ter-minder karena temen temen yang super duper otaknya ga bisa dikejar sampe kehidupan anak Kost di Jakarta. LOL.
Well let's wrap it up!
(Walo sesungguhnya blog ini dibuat untuk jadi diary online, dan gada maksud dibaca para makhluk hidup, tapi mungkin bermanfaat untuk adek adek di luar sana, ceilah sok tua)

----

Throw Back to 2009,

Dea Andhini, asli Malang, Jawa Timur yang terkenal sebagai kota pendidikan dan dingin dan apel dan sejuk dan sekarang panas dan terkenal sebagai kota yang sangat tepat untuk menghabiskan hari tua :) Dea Andhini anak terakhir dari 3 bersaudara yang semuanya cewek, dan yang paling jelas kesayangan bapak karena anak bontot kali ya.

Nah, ini ceritanya diawali dengan cerita masa kecil dulu dikit gitu biar nyambung, haha.
Dari SD, emang uda termasuk jadi cewek yang doyang "ngomong" alias cerewet.
Well, mungkin karena dirumah mayoritas cewek ya, haha.
Sejak SD, aku uda sering ikut lomba lomba semacam pidato, bahasa indo, jawa, inggris. Dilanjut masuk SMP tetap berkutat dengan lomba pidato, story telling, mendongeng, olimpiade fisika, dan siswi teladan.
Dulu waktu SD dan SMP, jujur emang merasa congkak, karena buat dapetin nilai bagus dan aktif disana sini bukan sebuah hal yang susah kala itu. Kalo bahasa anak jaman sekarang, wagelaseh lu sombong amat (nah gitu). 
Sampai di suatu waktu, di kelas 2 SMP, dea dapet musibah harus kehilangan bapak karena sakit, yang ga pernah disangka sangka akan secepat itu. (karena saat itu bapak masih umur 53 tahun).
Nah, tidak untuk menceritakan yang sedih sedih nih, long story short, menginjak kelas 3 SMP, dengan kondisi kakak pertama baru menikah dan baru punya anak, kakak kedua masih kuliah, dan dengan pendapatan mengandalkan cucian mobil sebelah rumah, Alhamdulillahnya dea kepilih jadi salah satu kandidat penerima beasiswa Sampoerna Academy dari SMP Dea berdasarkan urutan ranking dan nilai gitu deh. Ga pikir panjang saat itu, dan ga ngarep juga, cuma dijalanin aja gitu proses prosesnya, Alhamdulillah eh lolos juga.
Waktu itu, Program beasiswa Sampoerna Academy ini diperuntukkan untuk siswa SMP yang akan melanjutkan ke jenjang SMA. Program pertamanya ya baru di tahun 2009 itu dan Dea beserta 149 penerima beasiswa lainnya dari Jawa Timur bisa di bilang adalah kelinci percobaan, hehe.
Tahapan tes pertama seinget Dea uda cukup rumit untuk dijalani oleh bocah SMP umur 15 tahun, yaitu mengisi form administrasi seinget dea sekitar 9-10 lembar, ada data diri data keluarga, data prestasi, ada essay juga, dua essay satu inggris satu indo kalo ga salah. Selesai diisi, saat itu dibantu juga sama guru guru di SMP (ini emang jasa para guru itu luar biasa :')), di submit lah, dikirim ke tim recruitment nya. Dapet beberapa minggu kalo ga salah, deg deg deg, ada pengumuman lolos tahap administrasi buka dari website, alhamdulillah, ada namanya gitu :')
Lalu Tahap kedua terbagi menjadi dua hari. Di hari pertama ada psikotes, tes akademik, TPA. Di hari kedua dilanjut dengan FGD dan panel interview. Disitu Dea selaku bocah smp sudah dihadapkan dengan bejibun rentetan psikotes yang sudah semacam tes kerja itu (ada gambar pohon dan orang, ada deret aritmatika, ada krapelin juga, intinya tesnya seharian), hari pertama sesungguhnya sudah pesimis, hahaha. Dilanjut di hari kedua FGD dengan temen temen yang beberapa uda kenalan dari hari sebelumnya dan panel interview. Setelah itu hari hari berikutnya diisi dengan pasrah dan doa haha.
Singkatnya (padahal itu uda panjang), alhamdulillah Dea lolos menjadi penerima beasiswa full 3 tahun dari Sampoerna Academy ini. (huhu teeelharuu), tentunya berkat doa Ibu, dan memang Allah itu selalu memiliki rencana terbaik dibalik kesedihan dan kesulitan yang kita hadapi.
Next, lanjut di masa SMA, disini dea banyak disadarkan bahwa "Diatas langit masih ada langit".
Ketemu temen temen yang super luar biasa, kalo dea lomba tingkat kota aja uda bangga setengah mampus, ini pada uda tingkat provinsi dan nasional. Otomatis dong minder parah, hahaha. Kalo di kelas duduk paling belakang, ngerusuhin kelas (tapi tetep belajar kok, tapi tetep aja ga kekejar wkwk), dan termasuk yang urakan gitu kali ya. Saat itu belum berhijab, dan yaaah, secara tidak langsung mengalami yang namanya demotivasi. Belajarnya pake banget tapi emang kerasa banget ditengah tengah temen temen yang luar biasa, banyak belajar dari mereka dengan background keluarga yang luar biasa pula.
Walau masa masa SMA dalam hal akademik agak sedikit kelam (HAHAHA kelam mah kelam aja coy, pake AGAK segala wkwk), tapi disini dea merasa banyak berkembang dalam masalah interpersonal skills. Kemampuan diri secara soft dan hard skills, attitude, dan leadership sangat terdevelop selama 3 tahun dea tinggal di asrama bersama dengan 149 orang yang luar biasa, di support dengan guru guru yang luar biasa pula.
Disini dea belajar cara menghargai orang, belajar bahwa sukses itu bukan karena diri sendiri saja, tapi karena campur tangan banyak orang, dan tentu saja Tuhan :)
Walau ga perform sebaik temen-temen yang lain, tapi kesempatan menjadi bagian dari penerima beasiswa Sampoerna Academy ini sudak membentuk karakter dea andhini menjadi seseorang yang bisa lebih menghargai sekitar dan berempati.
Hehe
---
Untuk cara pembelajarannya, memang mata pelajaran inti dibawakan dalam pelajaran bahasa inggris (ini juga kali ya yg bikin dea susah ngejar materinya, hahaha), selain itu, masih inget banget di tahun pertama dan kedua, di beberapa mata pelajaran tertentu, kami tidak mempelajari KTSP (kurikulum indo saat itu), hanya 15% dari seluruh materi KTSP kelas satu dan kelas dua yang kami pelajari, sisanya kami mengambil mata pelajaran internasional under IGCSE by Cambridge University gitu deh. Jadi kebayang di kelas 3 SMA dengan diriku ngambil penjurusan IPA nih, kami ngebut sekitar 9 bulanan aja buat belajar KTSP yang seharusnya dipelajari selama 3 tahun :'' ini paling sedihnya.

Terus buat apa dong sertifikat internasionalnya? Nah, seinget dea dulu nih, Sampoerna Academy sebenernya pengen 150 penerima beasiswa nya ini berangkat kuliah di Amerika semua gitu deh, tapi kan ya karena donatur yang kita terima ga sebanyak itu juga cuy, dan otak otak macem uwe gini ga akan sanggup juga nih S1 di amiriki hahaha, alhasil kami juga harus tetep comply dengan peraturan pemerintah juga kan dengan lulus ujian nasional, maka dari itu lah (belibet amat nih dea ceritanya) kami tetep ngejar KTSP (T________T)
 ...
Hmm, Apalagi yah...overall itu sih, pengalaman di SD dan SMP yang bisa ngebawa dea sampe masuk dan beruntung menjadi bagian dari Sampoerna Academy. Dan di dalamnya, Allah sudah memperlihatkan ke Dea dan sudah banyak membantu dea untuk menjadi pribadi yang lebih baik :)
---
All in All,
Dari kisah SMA ini, satu hal yang selalu menjadi catatan di setiap Dea mengambil langkah atau keputusan selanjutnya, yaitu:
"You never know when you never try. In trying you need to be brave. To be brave and eager you need to believe in yourself. Take every chance, they never come twice"    

Best of Luck!

Jumat, 16 Maret 2018

It's 2018

Hello, World! It's been a while, and I metamorphosed :)

2018, I'm entering the 20's world.
The age where I keep looking what the meaning of my existence in Earth.

2018,
Saat dimana aku berdiri dengan kakiku sendiri.
Di tanah rantau.
Sendiri.

Apa yang ada di kepalaku,
hanyalah,
bekerja, dan, permasalahan hati.

2018,
I'm on my way to 24 and it's something.
I persist my heart to its limit,
Everything is perfect,But not with my heart.

the heart wants what it loves.

but God, knows better, which one is good for my heart.
Quran Surah Al Baqarah, 216
be strong, all woman around the world, you're good enough.
You are more than enough.

New part of what is called as Life

There comes a moment.. I've been struggling a lot, since Jun 2019.. I've been changing into someone different, far from the wor...