Selasa, 03 September 2019

Riuh Gemuruh

Riuh diujung jalan,
Mereka ramai berkata,
Aku, aku, aku..
Yang tidak percaya takdir,
yang tidak percaya kebaikan,
yang tidak percaya kekuatan waktu.

Di malam pertama Bulan favoritku..

Ternyata satu nyawa ini, menyadari suatu hal..

yang selama ini, ramai orang katakan kepadanya..

Dirimu dulu, kamu dulu, bahagia dulu..

Riuh gemuruh..

Mereka riuh berkata, dedaunan yang telah tertuliskan namaku untuk dia, dan sebaliknya, akan segera datang.

Gemuruh panjang, hari hari di Bulan favoritku..

tidak lagi, terdengar riuhnya, karena aku tersebut menjerit dalam gemuruh.

Riuh diujung jalan,
sudah menjadi sepi,
Aku berjalan di Bulan favoritku,
Tanpa harap, tanpa cahaya.
Tanpa riuh gemuruh.
Hanya aku dengan riuh dalam jiwa,
dan gemuruh dalam dada.

3 September 2019,
Disebuah ujung yang tak berujung.
-Dea Andhini-

Rabu, 20 Maret 2019

Kopi di Bulan Maret

Kopi hitamku, Kopi Hitam Kita di bulan Maret..

Pahitnya kopi yang kuseduh hari ini,
ternyata membawa teduh hati yang terus berdegup.
Kepada rasa yang terbawa angin di ujung malam,
dengan kopi hitamku di bulan Maret.

Candu kopi hitamku,
seperti aku kepada kamu.
Kopi hitamku bulan Maret,
menjadi kopi hitam kita di bulan Maret.

Warna kopi hitam kita di bulan Maret,
bak kopi dingin berjam jam,
tidak pernah dirindukan pecintanya.

Kopi hitam kita,
bisakah menjadi manis,
walau pahit akan tetap tinggal,
dan candu mulai hilang?

Dea Andhini -
20 Maret 2019, dengan secangkir kopi hitam yang semakin menghitam



New part of what is called as Life

There comes a moment.. I've been struggling a lot, since Jun 2019.. I've been changing into someone different, far from the wor...