Riuh diujung jalan,
Mereka ramai berkata,
Aku, aku, aku..
Yang tidak percaya takdir,
yang tidak percaya kebaikan,
yang tidak percaya kekuatan waktu.
Di malam pertama Bulan favoritku..
Ternyata satu nyawa ini, menyadari suatu hal..
yang selama ini, ramai orang katakan kepadanya..
Dirimu dulu, kamu dulu, bahagia dulu..
Riuh gemuruh..
Mereka riuh berkata, dedaunan yang telah tertuliskan namaku untuk dia, dan sebaliknya, akan segera datang.
Gemuruh panjang, hari hari di Bulan favoritku..
tidak lagi, terdengar riuhnya, karena aku tersebut menjerit dalam gemuruh.
Riuh diujung jalan,
sudah menjadi sepi,
Aku berjalan di Bulan favoritku,
Tanpa harap, tanpa cahaya.
Tanpa riuh gemuruh.
Hanya aku dengan riuh dalam jiwa,
dan gemuruh dalam dada.
3 September 2019,
Disebuah ujung yang tak berujung.
-Dea Andhini-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar